Cilacap Kota Petir (?)
Beberapa hari yang lalu, pas malam Jumat minggu kemarin, lagi-lagi hujan turun dan dibarengi ama petir yang luar biasa menyeramkan bunyinya. Saking gedenya, listrik di tempatku sempet mati beberapa saat. Kalo petir udah menggelegar gini, langsung deh TV dimatiin, trus kabel antenanya dicabut. Ngeri bo mbok kesamber. Duluuu banget waktu masih jaman parabola, receiver parabolaku sempet kesamber petir.
BTW, gat au kenapa (aku belum sempet nyari data2nya), kayaknya Cilacap sering banget ada petir. Setauku selama aku tinggal di Yogya belum pernah aku ngeliat petir kayak di Cilacap. Begitu juga di kota-kota lain. Kenapa ya?
Dulu waktu aku masih kecil, kalo pas ada petir gitu (biasanya pas malam hari), aku suka ngebayangin wahhh jangan2 ini tanda2 kiamat. Hihi… Oh ya, petir di Cilacap juga sempet bikin tangki Pertamina UP IVkebakaran, bulan Oktober 1995 kalo ga salah. Padahal seinget aku, hujan waktu itu ga deras2 amat lho, tapi emang petirnya luar biasa banget… Sampe2 kabarnya di Pertamina selain dipasang penangkal petir juga ditanam tanaman yang katanya bisa ngusir petir jauh2 dari lokasi sekitar tanaman (lupa apa nama tanamannya).
Berikut info tentang petir yang aku ambil dari Wikipedia :
Petir atau halilintar merupakan gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.
Petir adalah gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, di mana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage).
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.